Chicken

Chicken

Post Page Advertisement [Top]



Siapa yang tidak kenal Roti Boy atau Papa Roti. Setiap kita lewat di depan gerainya pasti tercium harum kopinya. Rotinya yang lembut dan tengahnya yang gurih ditambah topping kopinya yang renyah, makan satu tidak cukup. Ini roti favorit saya.

Sudah beberapa resep saya coba untuk mendapat hasil yang mirip dengan aslinya, baru kali ini dapat yang mirip, walautidak sama persis, karena jenis tepung dan cara pegolahan yang berbeda. Untuk resep topingnya saya contoh dari House of Anne sedangkan untuk resep rotinya saya contoh dari Christine's recipe. Resep sedikit saya rubah, untuk jumlah kopi instant saya tambah  dan juga pasta mocha supaya lebih harum. Christine's recipe menggunakan bread maker, saya menggunakan manual supaya banyak orang bisa mencobanya.

Saya sudah cukup senang dengan hasil ini dan sudah beberapa kali membuatnya.


Bahan untuk topping / Coffee Topping Ingredients

200 gr butter (mentega) temperatur ruang, saya pakai salted butter merek Anchor
200 gr butter, room temperature, I use Anchor salted butter

160 gr gula tepung
160 gr icing sugar

3 telur, kocok lepas
3 lightly beaten eggs

4 sdt kopi instan dilarutkan dalam 1 sdt air
4 tsp instant coffee dissolved in 1 tbsp water
1/2 sdt pasta mocha (optional)
1/2 tsp mocha paste (optional)

sedikit bubuk kayo manis (optional)
a pinch of ground cinnamon (optional)

200 gr tepung terigu Segitiga Biru
200 gr all purpose flour


 Cara membuat / Method

Kocok mentega dan gula sampai adonan putih dan mengembang. 
Beat the butter and sugar until the mixture is light and fluffy.


Masukkan telur sedikit demi sedikit, masukkan campuran kopi dan paste mocha, saring tepung dalam adonan dan kocok sampai rata. Masukkan dalam kantong plastik segitiga, lalu kulkas.
Gradually beat in eggs. Mix in coffee mixture and mocha paste. Sift flour onto mixture and mix until combined. Put in piping bag. Refrigerate the mixture.

Untuk Isi / The filling

100 - 200 gr unsalted butter dan tambahkan sedikit garam, potong kotak-kotak  10 - 20 gr, tergantung besar lubang roti yang anda inginkan, makin banyak butter makin besar lubangnya.
100 - 200 gr unsalted butter and add a some salt, cut into 10 - 20 gr, depend on the size of hollow space, the more the butter the bigger the hollow space in the middle ( I just use 10 gr )

Metode tangzhong

Bahan untuk tangzhong / Ingredients of tangzhong 

50 gr tepung Cakra kembar
50 gr  bread flour

250 ml air (dapat diganti dengan susu)
250 ml water (could be replaced by milk)

Membuat tangzhong /Method of making tangzhong:

Campur tepung dengan air sampai tidak ada gumpalan. Masak dengan api sedang, aduk terus agar tidak gosong dan melekat
Mix well flour in water without any lumps. Cook over medium-low heat, stirring consistently to prevent burning and sticking.

Adonan akan mengental. Jika dasar panci sudah mulai tampak sewaktu diaduk, adonan sudah siap. Matikan kompor.
The mixture becomes thicker. Once you notice some “lines” appear in the mixture for every stir you make with the spoon. It’s done. Remove from heat.

Masukkan dalam mangkok bersih, tutup dengan plastik. Sisihkan sampai ke temperatur ruang.
Transfer into a clean bowl, cover with a cling wrap. Set aside to room temperature.

Ambil adonan sesuai dengan resep ( resep tangzhong di atas cukup untuk membuat 2 resep). Sisa tangzong bisa disimpan dalam kulkas untuk beberapa hari. Jika ingin menggunakan sisa tangzong dari kulkas, biarkan kembali ke temperatur ruang sebelum dicampur dengan bahan lainnya.
Just measure out the amount you need (the mixture above should enough for two recipe).The leftover tangzhong can be stored in fridge up to a few days, this chilled tangzhong should return to room temperature before adding into other ingredients. )

Bahan untuk roti / Ingredients of bread:

350 gr tepung terug Cakra Kembar
350 gr bread flour

3 sdm gula
3 tbsp  sugar

1 sdt garam
1 tsp salt

1 telur
1 large egg

1 sdm tepung susu
1 tbsp milk powder

100 - 125 ml susu
100 - 125 ml  milk

120 gr tangzhong ( gunakan setengah dari tangzong yang anda buat diatas)
120 gr tangzhong (use half of the tangzhong you make from above

2 sdt  Fermipan
2 tsp instant yeast

30 gr mentega (suhu ruang)
30 gr butter (at room temperature)

Making the bread

Campur semua bahan kering : tepung, garam, gula, susu bubuk dan fermipan dalam wadah, buat lubang ditengah.
Combine all dry ingredients: flour, salt, sugar and instant yeast in a bowl. Make a well in the center.

Campur semua bahan basah: susu, telur dan tangzhong, kemudian masukkan ditengah-tengah bahan kering
Whisk and combine all wet ingredients: milk, egg and tangzhong, then add into the well of the dry ingredients. 

Uleni sampai terbentuk adonan dan menggumpal, kemudian masukkan butter (mentega). Pada tahap ini adonan sangat lembek (gunakan mesin roti atau mixer  seperti Bosch atau kitchen aid kalau ada)
Knead until you get a dough shape and then knead in the butter.  it would be quite messy at this stage (use bread maker or standing mixer if you have any)

Pindahkan adonan ke permukaan yang ditaburi tepung, lanjutkan menguleni sampai adonan halus (tambahi tepung sedikit demi sedikit bila perlu), elastik dan tidak lengket
Transfer a floured work top, continue kneading until the dough is smooth, not sticky and elastic (add flour gradually if necessary).

Lama menguleni tergantung: kekuatan dan cepatnya. (kira-kira 20 menit)
The time of kneading all depends on how hard and fast you knead (approximately 20 minutes)

Bentuk adonan seperti bola. Masukkan kedalam wadan dan tutup dengan kain lembab atau plastik. Biarkan mengembang sampai dua kali besarnya, kira-kira 45 menit.
Knead the dough into a ball shape. Place in a  bowl and cover with a wet towel or cling wrap. Let it proof until doubled in size, about 45 minutes 

Keluarkan ke atas meja yang telah ditaburi tepung. Bagi adonan menjadi masing-masing 30 - 50 gr (sesuai besar roti yang diinginkan). Gulung masing-masing baging menjadi seperti bola, tutupi dan biarkan mengembang selama 10 menit
Transfer to a clean floured surface. Deflate and divide the dough into  30 - 50 gram portions. Roll each portion in to a ball and then cover and set aside and proof for  10 minutes.

Kempeskan satu adonan bola dan letakkan 1 potongan butter ditengah adonan
Flatten a ball of dough and place a  portion of butter into the center of the dough.

Bungkus butter dengan adonan sampai benar-benar tertutup. Pastikan tertutup dengan rapat agar butter tidak meleleh dan keluar dari roti sewaktu dipanggang, karena lubang ditengah roti yang menjadi ciri khas roti boy tidak akan terbentuk. Gulung menjadi bentuk bola dan letakkan di atas loyang yang telah diminyaki. Biarkan roti  mengembang selama 45 menit.
Gather the edges and pinch to seal. Make sure it is well sealed, or the butter will melt and escape from the bun, leave no hollow space in the middle as a signature for this roti boy. Roll  into  ball shape and place on a greased baking tray. Proof the buns for 45 minutes.


Masukkan campuran topping kedalam piping bag (kantong plastik) dan tekan dengan arah spiral di atas roti.
Put topping mixture into a piping bag and pipe the topping in a spiral pattern onto the buns.

Panggang dalam oven yang telah dipanaskan 180 C selama 12 -15 menit, atau sampai roti sedikit kecoklatan. Terlalu lama akan membuat roti menjadi kering.
Bake in a pre-heated 180 C  oven for 12-15 minutes or until the buns are lightly brown. Over cook will dry the buns

Keluarkan dari oven, pindahkan ke kawat pendingin, tapi tidak terlalu dingin
Remove from the oven, transfer onto a wire rack and let cool but not too long

Sebaiknya dihidangkan dan dimakan selagi hangat.
They are best eaten warm

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]

| Designed by Colorlib